Postingan

Kenyamanan Perang

Aku berlindung diatas atap rumah, sambil terus mendengarkan sura besi menggilas jalan aspal Aku mendengar dan merasakan para tentara mencari anak laki-laki Para ibu menangis meneriaki tentara yang membawa paksa anak-anak mereka Bajingan, para tentara bekerja untuk melindungi Negara dan rakyatnya, bukan memerangi Ibuku dan ibu yang lainnya sambil terus  menangis Dikejahuan dan diseberang jalan sana, aku melihat tank-tank berbaris memasuki jalan raya Laras canonnya yang panjang menunjuk ke depan, tepat kearahku Gerombolan tentara semakin ramai turun dari truk-truk dan pesawat hercules, mereka bergerak dengan cepat Moncong canon semakin dekan denganku Aku dapat melihat paling tidak ada puluhan tank, aku tetap bersembunyi Dari kejahuan suara ledakan sudah mulai terdengar, kemudian terdengar jeritan kesakitan Berhentilah… berhentilah… sudah banyak nyawa terbuang dengan sia-sia… Aku merasakan getaran bumi Dijalan aku mulai melambaikan kedua tangan Orang-orang terus menjerit Aku mer...

Tirani Harus Tumbang

Wahai para tiran..! Sampai kapan kalian akan terus menyumbat suara-suara bimbang dengan segumpalan janji-janji basi dari mulut kalian terasa sangat basi namun kami hanya diam dan selalu diam Suara kami selalu dibungkam lidah kami terasa padam Setiap huruf yang kami kumpul Setiap kata yang kami susun Setiap kalimat yang kami gabung Tetap saja beserakan kemudian terbuang Sampai kapan kalian akan mengorek makanan yang ada dimulut kami padahal belum sempat melewati tenggorokan, hati, jantung, usus, lambung, sehingga muntah kamipun sanggup kalian jilati Bahkan tinjapun kalian jilati Kalian ciptakan mesin-mesin yang sangat berbahaya dari mesin sebelumnya mesin-mesin itupun ikut memaksa kami tuk selalu bekerja dalam sistema Menghitung angka-angka, nilai lebih yang membawa keuntangan mengganda terlipat-lipat melipat-lipat berlipat-berlipat dan sangat padat kami pun bangsat disumbat dengan pantat yang tidak akan pernah merasakan nikmat mesi...